MEMILIH MAKANAN DAN MINUMAN SEHAT

Di Posting oleh :husni tamrin S,Pd.

Pengertian Makanan  dan Minuman Sehat

ftMakanan dan Minuman sehat adalah makanan dan minuman yang mengandung tri guna makan dan minum. triguna makan dan minum  adalah makanan dan minuman yang mengandung tiga kegunaan yaitu :

  • sebagai zat pembangun
  • sebagai zat pengatur
  • sebagai zat tenaga

Makanan dan minuman sehat biasanya di sebut sebagai makanan empat sehat lima sempurna. Empat Sehat Lima Sempurna adalah terdiri dari berbagai unsur makanan dan minuman yang biasa dimakan orang setiap hari, yaitu :

1. Makanan Pokok
Makanan utama berfungsi sebagai sumber tenaga bagi tubuh untuk dapat mampu malakukan aktifitas sehari-hari. Contohnya seperti nasi, jagung, oat, kentang, gandum / tepung terigu, serta umbi-umbian lainnya.

2. Lauk-Pauk
Lauk pada makanan memiliki fungsi untuk memenuhi kebutuhan zat pembangun pada tubuh. Misalnya yaitu tempe, tahu, telur, daging, ikan, dan lain-lain.

3. Sayur-Mayur
Sayur-sayuran pada makanan memiliki fungsi untuk memenuhi kebutuhan zat pengatur pada tubuh. Contoh : Kangkung, bayam, terong, tomat, cabe, kacang panjang, kol gepeng, labu siam, dan lain sebagainya.

4. Buah
Mirip dengan sayur mayur, buah-buahan pada makanan memiliki fungsi untuk memenuhi kebutuhan zat pengatur pada tubuh. Contohnya yakni apel, manggis, markisa, kesemek, salak pondoh, duren, dan lain sebagainya.

5. Susu
Susu sebagai pelengkap di mana tidak ada kewajiban atau keharusan kita untuk mengkonsumsi atau meminumnya. Namun tidak ada salahnya jika kita minum susu setelah makan, karena mengandung berbagai macam kandungan zat yang berguna dan baik bagi tubuh kita.

    1. Memilih Makanan dan Minuman Sehat

Sumber nutrisi yang penting untuk menimbulkan energi dan kesegaran tubuh kita adalah makanan dan minuman. konsumsi makanan/minuman yang proporsional lebih menjamin tubuh kita mendapatkan asupan gizi yang seimbang, sehingga daya tahan tubuh kita lebih tahan terhadap penyakit. Meyiapkan makanan/minuman yang sehat bukan hal yang mudah, perlu waktu yang cukup untuk menyiapkannya. Namun akhir-akhir ini terjadi akibat beragamanya aktivitas dan terbatasnya waktu membuat konsumen sering tidak sempat mengkonsumsi makanan alami. Keadaan yang sering tidak dapat dihindarkan ini mendorong konsumen mencari makanan olahan.
Di pasaran, makanan/minuman olahan beredar dalam berbagai kemasan, misalnya dalam kaleng, plastik, botol, dan sebagainya. Informasi yang jelas tentang makanan olahan itu harus diketahui konsumen, misalnya kandungan gizi dan keamanan makanan itu   sendiri bagi      kesehatan..
Berikut ada beberapa informasi yang harus diketahui konsumen sebagai berikut:

.

  • Harga bisa berbeda antara satu pasar dengan pasar lain, antara satu toko dengan toko lain. Untuk itu, konsumen berhak mendapatkan informasi dan membandingkannya dengan informasi lain sehingga ia dapat membeli dengan harga sesuai daya beli mereka.
  • Label. Sebelum mengkonsumsi makanan/minuman dalam kemasan, konsumen perlu memperhatikan informasi pada kemasan atau label produksi yang harus meliputi nama produk, daftar bahan yang digunakan, berat atau isi bersih, nama dan alamat produsen dan tanggal kadaluwarsa. Pemberian label pada makanan kemasan itu bertujuan agar konsumen mendapatkan informasi yang benar dan jelas tentang produk tersebut.
  • Kemasan dan perubahan fisik. Produk makanan dengan kemasan yang sudah rusak tidak layak untuk dikonsumsi. Dengan kondisi demikian, kemungkinan isinya sudah rusak karena terkontaminasi. Hal ini sangat berbahaya. Konsumen dapat mengalami keracunan sehingga keselamatan jiwanya terancam. Untuk itu perhatikan jika ada bau yang tidak sedap, perubahan warna, bentuk, dan rasa merupakan tanda-tanda makanan dalam kemasan telah rusak.
  • Kadaluwarsa. Pada setiap label produk kemasan harus tercantum tanggal “kadaluwarsa/exp. date/best before”. Artinya, makanan/minuman mempunyai batas akhir yang aman untuk dapat dikonsumsi dan dijamin mutunya, dengan penyimpanan yang sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh produsen. Makanan kadaluwarsa adalah makanan yang telah lewat tanggal kadaluwarsa. Makanan/minuman yang sudah rusak, sebelum atau sesudah lewat tanggal kadaluwarsa dinyatakan sebagai bahan berbahaya. Jika dikonsumsi, dapat membahayakan kesehatan, bahkan mengancam keselamatan jiwa konsumen. Konsumen sebaiknya mengonsumsi makanan/minuman kemasan sebelum batas tanggal kadaluwarsa.
  • Makanan dalam kaleng. Untuk mengkonsumsi makanan/minuman kaleng, pilihlah kaleng yang baik, tidak penyok, tidak berkarat dan tidak cembung. Pilihlah produk yang yang sudah terdaftar di Departemen Kesehatan (MD/ ML DepKes RI No xxxxxx) dan perhatikan tanggal kadaluwarsanya. Hindarilah membeli produk yang tidak mencantumkan nama dan alamat produsen secara jelas. Perhatikan bahan baku dan bahan tambahan yang dipergunakan. Bandingkan harga dan isinya. Dan, gunakan dan simpanlah sesuai petunjuk .

sumber

http://blog.oknoo.net/kesehatan-memilih makanan dan minuman sehat.html

Buku pendidikan jasmani sma kelas X

:

Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

Apa itu Napza?

Diposting oleh : Husni Tamrin, S.Pd.

PENDAHULUAN
Narkoba atau NAPZA adalah bahan / zat yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan / psikologi seseorang ( pikiran, perasaan dan perilaku ) serta dapat menimbulkan ketergantungan fisik dan psikologi. Yang termasuk dalam NAPZA adalah : Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya.
NARKOTIKA :

Menurut UU RI No 22 / 1997, Narkotika adalah: zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.
Menurut UU RI No 5 / 1997, Psikotropika adalah : zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku.

Psikotropika terdiri dari 4 golongan :
Golongan I : Psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Ekstasi.
Golongan II : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan dapat digunakan dalan terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Amphetamine
Golongan III : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi sedang mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Phenobarbital.
Golongan IV : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan sangat luas digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Diazepam, Nitrazepam ( BK, DUM ).
PEMBAHASAN
PENYALAHGUNAAN NAPZA :
Di dalam masyarakat NAPZA / NARKOBA yang sering disalahgunakan adalah :
1. Opiada, terdapat 3 golonagan besar :
1. Opioda alamiah ( Opiat ) : Morfin, Opium, Codein.
2. Opioda semisintetik : Heroin / putauw, Hidromorfin.
3. Opioda sintetik : Metadon.
Nama jalanan dari Putauw : ptw, black heroin, brown sugar.
Heroin yang murni berbentuk bubuk putih, sedangkan yang tidak murni berwarna putih keabuan.
Dihasilkan dari getah Opium poppy diolah menjadi morfin dengan proses tertentu dihasilkan putauw, yang kekuatannya 10 kali melebihi morfin.Sedangkan opioda sintetik mempunyai kekuatan 400 kali lebih kuat dari morfin. Morfin, Codein, Methadon adalah zat yang digunakan oleh dokter sebagai penghilang sakit yang sangat kuat, misalnya pada opreasi, penderita cancer.
Reaksi dari pemakaian ini sangat cepat yang kemudian menimbulkan perasaan ingin menyendiri untuk menikmati efek rasanya dan pada taraf kecanduan pemakai akan kehilangan percaya diri hingga tak mempunyai keinginan untuk bersosialisasi. Pemakai akan membentuk dunianya sendiri, mereka merasa bahwa lingkungannya menjadi musuh.
2. KOKAIN :
Kokain berupa kristal putih, rasanya sedikit pahit dan lebih mudah larut
Nama jalanan : koka, coke, happy dust, chalie, srepet, snow / salju.
Efek pemakain kokain : pemakai akan merasa segar, kehilangan nafsu makan, menambah percaya diri, dan dapat menghilangkan rasa sakit dan lelah
3. KANABIS :
Nama jalanan : cimeng, ganja, gelek, hasish, marijuana, grass, bhang.
Berasal dari tanaman kanabis sativa atau kanabis indica.
Cara penggunaan : dihisap dengan cara dipadatkan menyerupai rokok atau dengan menggunakan pipa rokok.
4. AMPHETAMINE :
Nama jalanan : seed, meth, crystal, whiz.
Bentuknya ada yang berbentuk bubuk warna putih dan keabuan dan juga tablet.
Cara penggunaan : dengan cara dihirup. Sedangkan yang berbentuk tablet diminum dengan air.
Ada 2 jenis Amphetamine :
a. MDMA ( methylene dioxy methamphetamine )
Nama jalanan : Inex, xtc.
Dikemas dalam bentuk tablet dan capsul.
b. Metamphetamine ice
Nama jalanan : SHABU, SS, ice.
5. LSD ( Lysergic Acid ).
Termasuk dalam golongan halusinogen.
Nama jalanan : acid, trips, tabs, kertas.
Cara penggunaan : meletakan LSD pada permukaan lidah, dan bereaksi setelah 30 – 60 menit kemudian, menghilang setelah 8 – 12 jam.
6. SEDATIF – HIPNOTIK ( BENZODIAZEPIN ) :
Termasuk golongan zat sedative ( obat penenang ) dan hipnotika ( obat tidur ).
Nama jalanan : Benzodiazepin : BK, Dum, Lexo, MG, Rohyp.
Cara pemakaian : dengan diminum, disuntikan, atau dimasukan lewat anus.
Digunakan di bidang medis untuk pengobatan pada pasien yang mengalami kecemasan, kejang, stress, serta sebagai obat tidur.
7. SOLVENT / INHALASI :
Adalah uap gas yang digunakan dengan cara dihirup. Contohnya : Aerosol, Lem, Isi korek api gas, Tiner, Cairan untuk dry cleaning, Uap bensin.
Biasanya digunakan dengan cara coba – coba oleh anak di bawah umur, pada golongan yang kurang mampu.
8. ALKOHOL :
Merupakan zat psikoaktif yang sering digunakan manusia
Diperoleh dari proses fermentasi madu, gula, sari buah dan umbi – umbian yang mengahasilkan kadar alkohol tidak lebih dari 15 %, setelah itu dilakukan proses penyulingan sehingga dihasilkan kadar alkohol yang lebih tinggi, bahkan 100 %.
Nama jalanan : booze, drink.
Efek yang ditimbulkan : euphoria, bahkan penurunan kesadaran
PENYEBAB PENYALAHGUNAAN NAPZA
Penyebabnya sangatlah kompleks akibat interaksi berbagai faktor :
1. Faktor individual :
Cenderung memberontak
Memiliki gangguan jiwa lain, misalnya : depresi, cemas.
Perilaku yang menyimpang dari aturan atau norma yang ada
2. Faktor Lingkungan :
Faktor lingkungan meliputi faktor keluarga dan lingkungan pergaulan baik sekitar rumah, sekolah, teman sebaya, maupun masyarakat.
Lingkungan Keluarga :
-Komunikasi orang tua dan anak kurang baik
-Hubungan kurang harmonis
Orang tua yang bercerai, kawin lagi
-Orang tua yang bercerai, kawin lagi
Lingkungan Sekolah :
-Sekolah yang kurang disiplin
-Sekolah terletak dSekolah yang kurang memberi kesempatan pada siswa -untuk mengembangkan diri secara kreatif dan positifekat tempat hiburan
GEJALA KLINIS PENYALAHGUNAAN NAPZA :
1. Perubahan Fisik :
– Pada saat menggunakan NAPZA : jalan sempoyongan, bicara pelo ( cadel ), apatis ( acuh tak acuh ), mengantuk, agresif.
2. Perubahan sikap dan perilaku :
– Prestasi di sekolah menurun, tidak mengerjakan tugas sekolah, sering membolos, pemalas, kurang bertanggung jawab.
– Pola tidur berubah, begadang, sulit dibangunkan pagi hari, mengantuk di kelas atau tempat kerja.
– Sering berpergian sampai larut malam, terkadang tidak pulang tanpa ijin
di kelebihan dosis ( Overdosis ) : nafas sesak, denyut jantung dan nadi lambat, kulit teraba dingin, bahkan meninggal.
PENGARUH PENYALAHGUNAAN NAPZA
NAPZA berpengaruh pada tubuh manusia dan lingkungannya :
1. Komplikasi Medik : biasanya digunakan dalam jumlah yang banyak dan cukup lama. Pengaruhnya pada :
a. Otak dan susunan saraf pusat :
– gangguan daya ingat
– gangguan perhatian / konsentrasi
– gangguan bertindak rasional
b. Pada saluran napas : dapat terjadi radang paru ( Bronchopnemonia ). pembengkakan paru ( Oedema Paru )
c. Jantung : peradangan otot jantung, penyempitan pembuluh darah jantung.
d. Hati : terjadi Hepatitis B dan C yang menular melalui jarum suntik, hubungan seksual.
e. Penyakit Menular Seksual ( PMS ) dan HIV / AIDS
f. Sistem Reproduksi : sering terjadi kemandulan.
g. Kulit : terdapat bekas suntikan bagi pengguna yang menggunakan jarum suntik, sehingga mereka sering menggunakan baju lengan panjang.
h. Komplikasi pada kehamilan

PENUTUP
UPAYA PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NAPZA :
Upaya pencegahan meliputi 3 hal :
1. Pencegahan primer : mengenali remaja resiko tinggi penyalahgunaan NAPZA dan melakukan intervensi
2. Pencegahan Sekunder : mengobati dan intervensi agar tidak lagi menggunakan NAPZA.
3. Pencegahan Tersier : merehabilitasi penyalahgunaan NAPZA.
KESIMPULAN
Masalah penyalahguanaan NARKOBA / NAPZA khususnya pada remaja adalah ancaman yang sangat mencemaskan bagi keluarga khususnya dan suatu bangsa pada umumnya. Pengaruh NAPZA sangatlah buruk, baik dari segi kesehatan pribadinya, maupun dampak sosial yang ditimbulkannya.
Masalah pencegahan penyalahgunaan NAPZA bukanlah menjadi tugas dari sekelompok orang saja, melainkan menjadi tugas kita bersama. Upaya pencegahan penyalahgunaan NAPZA yang dilakukan sejak dini sangatlah baik, tentunya dengan pengetahuan yang cukup tentang penanggulangan tersebut.
Peran orang tua dalam keluarga dan juga peran pendidik di sekolah sangatlah besar bagi pencegahan penaggulangan terhadap NAPZA.

Sumber: http://animo-antolog.blogspot.com/2009/11/apa-itu-napza.html

Posted in Artikel Kesehatan | Leave a comment

Aplikasikan Perilaku Hidup Sehat

Tubuh yang sehat merupakan gambaran dari jiwa yang kuat dan sehat serta perilaku yang sehat. Tubuh yang sehat diperoleh dari aktivitas fisik (seperti olahraga), konsumsi berimbang antara makanan pokok, sayuran dan buah, serta perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), tidak merokok dan tidak minum minuman keras beralkohol. Dengan tubuh yang sehat secara perorangan dapat melahirkan jiwa yang kuat yang berarti dapat terus menerus menerapkan prinsip hidup bersih dan sehat.

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan dasar yang dapat menghasilkan kesehatan jasmani dan rohani. Dengan PHBS dapat mencegah timbulnya penyakit dan mengurangi angka kematian akibat penyakit. Perhatikan kejadian timbulnya penyakit diare dan tifus pada semua usia dan cacingan terutama pada anak-anak, sebagian besar disebabkan oleh kurangnya perilaku hidup bersih yakni penggunaan air dan sanitasi yang buruk. Intervensi/penekanan terhadap pengelolaan air dan penyimpanan air yang baik di tingkat rumah tangga dapat mencegah timbulnya penyakit diare, mempraktikkan cuci tangan dapat mencegah penyakit cacingan pada anak-anak.

WHO menyerukan agar pemerintah dan masyarakat melakukan berbagai intervensi perilaku melalui modifikasi lingkungan. Tujuan intervensi tersebut adalah untuk mengurangi angka kejadian diare yang diperhitungkan dapat mencapai 94 persen. Tentu saja seruan WHO ini memerlukan sarana dan prasarana memadai agar tujuan dapat tercapai.

Sarana yang dimaksud adalah diperlukannya sumber air bersih (sumur galian, sumur bor) ataupun pengelolaan air (sungai, danau/kolong, waduk) dan sarana untuk menyalurkan air (pipanisasi di perkotaan dan di pedesaan).
Timbulnya penyakit disebabkan oleh bakteri atau virus yang mencemari/mengkontaminasi air, udara, tanah dan peralatan lain yang kontak dengan manusia. Diharapkan dengan prinsip PHBS dapat mencegah timbulnya penyakit seperti memelihara kebersihan diri dan lingkungan. Bakteri atau mikroorganisme yang merugikan dapat mati dengan menjaga kebersihan seperti mencuci tangan, pakaian, bahan konsumsi (sayuran dan buah) sebelum mengkonsumsi dan mencuci peralatan sebelum dan setelah menggunakan.

Taraf dan pola hidup/perilaku ikut mempengaruhi keragaman penyakit yang berkembang di masyarakat. Di sebagian besar negara miskin misalnya Somalia, penyakit yang berkembang di masyarakat akibat infeksi bakteri atau virus seperti tifus dan demam berdarah. Adapun di negara maju penyakit yang diakibatkan oleh perilaku yang tidak sehat lebih jamak misalnya penyakit jantung koroner dan stroke. Indonesia boleh dikatakan unik, karena baik penyakit akibat infeksi maupun perilaku hidup yang tak sehat sering dialami. Mencari penderita penyakit malaria, tifus dan demam berdarah sama mudahnya dengan mencari penderita diabetes mellitus atau stroke.

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS):

a. Membersihkan tubuh antara lain dengan mandi dua kali sehari, cuci tangan sehabis beraktivitas atau kontak dengan hewan, potong kuku dan bercukur secara teratur, gosok gigi minimal dua kali terutama sebelum tidur.
b. Memeriksakan kesehatan atau konsultasi ke dokter.
c. Mengobati penyakit dan memiliki opitimisme hidup yang besar sebagai modal hidup sehat.
d. Usahakan monogami (dalam arti kata jangan berganti pasangan).
e. Menciptakan kondisi tubuh yang sehat dengan olahraga yang cukup, menjaga berat badan tidak berlebihan, menghindari makanan berlemak tinggi, menjauhi kebiasaan yang merugikan kesehatan seperti merokok, minum-minuman beralkohol dan menghindari stress.

Perilaku Hidup Bersih Lingkungan:

a. Mengubur barang bekas dan bangkai.
b. Membuang sampah pada tempatnya.
c. Membuat aliran drainase yang baik untuk mencegah bersarangnya nyamuk sebagai sumber penyakit.
d. Pada wilayah yang topografinya dekat aliran sungai dilarang buang air besar ke sungai agar kondisi sanitasi di wilayah tersebut tetap terjaga baik.
e. Termasuk kegiatan penghijauan lahan pekarangan untuk mendapatkan udara segar agar lingkungan segar dan bersih.

Perilaku hidup sehat termasuk pula perilaku makan dan memilih jenis makanan yang mengarah pada derajat kesehatan yang optimal. Perilaku makan yang dimaksud adalah:

a. Mengkonsumsi makanan yang bergizi dan berimbang.
Konsumsi gizi berimbang niscaya akan mendatangkan manfaat positif lebih banyak bagi tubuh kita. Sayuran dan buah adalah sumber serat yang paling mudah dijumpai. Sayuran dapat dikonsumsi dalam bentuk mentah atau telah diproses melalui perebusan, dikukus dan dimasak santan. Hasil penelitian seorang mahasiswa IPB (Titi Rahayu, 1990) menunjukkan bahwa serat makanan dalam sayuran yang dimasak justru meningkat dibandingkan sayuran mentah. Dalam penelitian tersebut disimpulkan bahwa sayuran yang direbus dengan air menghasilkan kadar serat makanan paling tinggi (6,40 persen), disusul sayuran kukus (6,24 persen), sayuran masak santan (5,98 persen) dan sayuran mentah (5,97 persen). Alasan-alasan yang menyebabkan sayuran yang telah dimasak mempunyai kandungan serat makanan lebih tinggi adalah bahwa proses pemasakan menyebabkan terjadinya reaksi pencoklatan yang dalam analisis gizi terhitung sebagai serat makanan.

Perlu diketahui bahwa fastfood adalah makanan bergizi tinggi. Yang menyebabkan fastfood dianggap negatif adalah karena ketidakseimbangannya. Fastfood umumnya minus sayur (kalaupun ada, sayurnya terbatas pada selada atau kol sebagai lalap atau wortel pada sup yang menyertai fastfood). Sedangkan porsi daging ayam lebih besar yang membuat fastfood minus serat sehingga tidak seimbang antara lemak dan vitamin.

b. Memilih makanan yang kandungan kolesterolnya rendah.
Kolesterol tinggi adalah pemicu timbulnya penyakit degeneratif seperti stroke atau penyakit jantung koroner. Salah satu upaya untuk menekan tingginya kolesterol darah adalah dengan meningkatkan konsumsi serat larut yang tidak dapat dicerna namun larut dalam air panas. Dalam saluran pencernaan serat larut ini akan mengikat asam empedu (produk akhir kolesterol) dan kemudian dikeluarkan bersama tinja. Dengan demikian semakin tinggi konsumsi serat larut akan semakin banyak asam empedu dan lemak yang dikeluarkan oleh tubuh melalui tinja. Kekurangan serat akan menyebabkan tinja manjadi keras dan diperlukan kontraksi otot yang besar untuk mengeluarkannya. Hal ini sering kali menyebabkan konstipasi atau keadaan sulit buang air besar.

c. Menerapkan “Sarapan Sehat”
Sarapan/makanan pagi hendaknya jangan ditinggalkan. Sarapan adalah kegiatan penting sebelum melakukan aktivitas fisik pada hari itu. Manfaat yang dapat diambil bila melakukan sarapan pagi adalah pertama, sarapan pagi dapat menyediakan karbohidrat yang siap digunakan untuk meningkatkan kadar gula darah. Dengan kadar gula darah yang terjamin normal, maka gairah dan konsentrasi kerja dapat lebih baik dan kedua, sarapan pagi memberikan kontribusi penting akan ketersediaan beberapa zat gizi yang diperlukan tubuh seperti protein, lemak, vitamin dan mineral dimana zat gizi ini bermanfaat untuk berfungsinya proses fisiologis dalam tubuh.
Secara kuantitas dan kualitas rasanya sulit untuk memenuhi kebutuhan gizi kita hanya makan satu kali sehari. Keterbatasan volume lambung menyebabkan kita tidak dapat makan sekaligus dalam jumlah banyak. Itulah sebabnya makan dilakukan secara frekuentif yakni 3 (tiga) kali sehari termasuk sarapan pagi. Menurut berbagai kajian, frekuensi makan yang baik adalah 3 (tiga) kali sehari.

Sarapan sehat hendaknya mengandung unsur 4 sehat 5 sempurna atau makan berimbang. Sarapan pagi yang melewatkan/minus sayuran dapat digantikan dengan buah. Konsep sarapan pagi yang mengacu pada gizi berimbang adalah berdasarkan pada aneka ragam konsumsi pangan sumber karbohidrat disertai makanan lain sumber vitamin dan mineral dari sayur dan buah serta minuman agar mekanisme pencernaan menjadi lancar. Kombinasi aneka ragam makanan mempunyai efek komplementer, artinya kekurangan satu zat gizi dari bahan makanan tertentu akan tertutupi oleh bahan makanan lainnya.

d. Cerdas dalam perilaku makan, antara lain:
* Jangan ngemil jenis keripik atau snack sesudah makan.
* Jangan terlalu sering makan lalap mentah mengingat adanya bahaya kontaminasi telur cacing dan pestisida.
* Jangan terlalu sering mengkonsumsi soft drink mengingat umumnya minuman ini hanya kaya kalori dari gula tetapi kandungan gizinya rendah.
* Mengkonsumsi suplemen (vitamin dan mineral) saat diperlukan

Dikutip dari berbagai sumber

Posted in Artikel Kesehatan | Tagged , , , , , | Leave a comment